Nokturnal, Bisosiatif dan Menjalani Hidup Tanpa Batas

Saya menyukai dunia tulisan. Banyak yang mengatakan bahwa ide biasanya datang di waktu nyaman seorang penulis. Untuk saya sendiri, waktu nyaman itu biasanya adalah malam hari. Saat suasana hening dan tubuh harusnya berlibur ke pulau kapuk. Penelitian menyebutkan bahwa tidur membantu fungsi kerja otak untuk mengolah informasi dan ingatan akan apa yang kita alami. Tapi, ajaibnya, otak saya masih terus berpikir di jam kritikal itu. Saya mulai berpikir secara bisosiatif. Pikiran saya mengasosiakan sesuatu, menyambung dan mengaitkan banyak hal.

Kebiasaan ini akhirnya membuat saya terbiasa menjadi makhluk noktural. Terkena insomnia kerena ide-ide yang terus bermunculan di jam tersebut, saya akhirnya lebih banyak melakukan kegiatan pada malam hari. Menggambar, menulis, menonton film, membaca buku sampai pagi biasanya efektif untuk mengalihkan sibuknya pikiran. Kadang saya juga mengerjakan tugas rumah seperti menyetrika pakaian. *Lalu nangis lihat tagihan listrik*

Tapi, eh, tapi, kegiatan favorit saya tetap pada menonton video untuk mempelajari bahasa baru. Bahasa hatimu misalnya, boleh?

Apa yang saya lakukan untuk hidup? Bernapas dan makan pastinya. Tapi, sebagai seorang penulis (boleh ya ngaku penulis), ketika saya memikirkan banyak hal, saya juga mengambil jatah saya untuk menjadi egois dan memikirkan diri sendiri. Apa gak bosan melakukan hal yang sama setiap hari? Apa yang baru di hidup saya? Apa yang orang ingat saat mendengar nama saya? Beberapa pertanyaan sederhana itu akan sangat menyebalkan saat kita tidak mempunyai jawabannya. Tapi, ayo mulai dengan pertanyaan dasar: Apa saya menyukai apa yang saya lakukan?

Ini adalah hal yang saya lakukan untuk membuat hidup lebih berwarna:

Me Time
Me Time: Belum mandi tapi udah foto-foto. Eh, survei deh. Cerobong asap disana adalah asap dari PLN yang menyediakan daya listrik untuk satu provinsi.
Me Time itu harus : It is my golden moment to talk to myself about me and what I love.

Setelah menjadi makhluk nocturnal, bisa bermalas-malasan di pagi hari adalah berkah. Me Time favorit saya adalah berjemur menikmati vitamin D gratis dari alam. Kulit sawo (ke)matang(an) bukan masalah. Having me time is always a treasure. Saya jadi punya waktu untuk melihat perspektif. To think further ahead. Untuk mengasah hobi dan passion saya. Juga untuk menjelajah dan bermalas-malasan.

Sehat berasal dari hati yang bahagia dan mempunyai hobi dan passion membuat kamu lebih mudah untuk merasa bahagia. Nah, apa kamu bahagia? Coba tanya diri kamu sendiri, apa hobi kamu, apa passion kamu. Jangan-jangan kamu gak punya waktu untuk menyalurkan hobi atau parahnya gak punya hobi? Mari sini, saya sediakan tisu. Jika kamu menyediakan beberapa lembar rupiah untuk membeli tisunya, saya bonusin permen.

Berbagilah : Making people happy makes us happier.

Saya suka menulis. Bagi saya ada banyak hal yang bisa saya tuliskan. Semoga satu-dua tulisan yang saya hasilkan membawa kebaikan untuk orang lain. Saya suka menggambar, biasanya hasil gambar saya bisa membuat orang lain bahagia. Saat saya mengambar seorang putri kerajaan, putri tersebut akan menjelma menjadi boneka jerami penjaga sawah. Lalu orang yang melihatnya akan tertawa bahagia, setengah bangga dan setengah kasihan pada saya, “Ternyata ada yang mengambar lebih buruk dari saya,” mereka mungkin akan berpikir seperti itu.

Kadang saya juga mengajar, someone says that teaching is another process of learning. Lalu, saya mendongeng. Seru saja, curhat ama kawan, kesal bareng melihat minat baca masyarakat kita yang rendah, tapi kita gerak bareng. Bawa koleksi buku kita, terus gelar lapak baca di tempat umum. Sesekali sih tapi rasanya bahagia ada yang singgah. Bahagiaaa bangettt. Apalagi pas ada adik kecil lucu yang balik-balik buku bergambar tapi pas ditanya apa dia sudah bisa membaca, dia hanya menggeleng.

Dik, mari kakak dongengkan, “Pada suatu hari-” Cut! Klasik sekali pembukaan cerita semacam itu. Mari kita ulang.

“Di sebuah negeri bernama Indonesia, ada banyak putri cantik yang mandiri. Juga ada banyak pengeran tampan yang cerdas. Kau tahu dimana Indonesia? Itu adalah negeri yang indah. Di negeri itu, para pangeran dan putri saling membantu satu sama lain. Mereka baik hati dan tidak sombong. Mereka biasanya menghabiskan waktu luang untuk membaca buku.” Lalu jedah sejenak, dan lihatlah si adik manis tadi.

“Apa kau suka membaca buku? Apa kau tinggal di Indonesia? Kalau begitu, kau adalah salah satu putri/pangeran yang cerdas dan mandiri itu.”

Pertama kali buat video untuk ikut lomba film. Pura-pura jadi anak SMA.
Lakukan Hal Baru : Being curious is wonderful thing.

Never ending pathetic circle itu bernama rutinitas. Kapan terakhir kali kamu melakukan hal baru? Saya akan terus menanyakan pertanyaan ini pada diri saya sendiri. Live your life, guys. Mencoba hal baru akan meningkatan hormone tertentu yang menciptakan kebahagian. Hormon apa? Ayo lakukan hal baru, membaca sebelum bertanya misalnya. Being curious is wonderful thing.

I do experiments when I feel curious. Still, mostly at night.

Ketika saya menjelaskan pada orang lain apa yang saya lakukan malam hari, orang akan bertanya pertanyaan penuh perhatian ini, “Kemana saja kamu di siang hari?” Maksudnya sih dia nanya kenapa saya tidak melakukan kegiatan itu di siang hari.

Vitamin ini bagus untuk masa pemulihan

“Gak tau… Rasanya saya beraktifitas seperti manusia normal lainnya,” jawab saya santai.

Iya, saya tahu. Kurang tidur itu berakibat buruk pada kesehatan. Mulai dari mempengaruhi daya ingat, kreatifitas, menyebabkan serangkaian penyakit hingga daya tahan tubuh rendah. Efeknya? Ya saya sakit! Tapi, saya gak khawatir. Saya suka minum jus jeruk untuk mencegah sakit tapi kalau sudah terlanjur sakit, ya saya berobat. Saya juga minum multivitamin Theragran-M untuk mempercepat masa penyembuhan. Suplemen ini sudah diresepkan oleh para dokter selama 40 tahun (sejak tahun 1976). Kombinasi multivitamin (Vit A, Vit B, Vit C, Vit D, Vit E) dan Mineral esensial (seperti Magnesium dan Zinc) di dalam Theragran-M terbukti meningkatkan, mengembalikan dan menjaga daya tahan tubuh, serta mempercepat proses penyembuhan. Buat saya membantu banget.

Kan gak asyik, ketika saya harus bekerja, bertemu banyak orang tapi sayanya sakit. Terus wujud saya tak lebih seperti boneka yang berjalan. Masih baik sih kalau kayak Barbie, kalau kayak Chuckie?

Menyanyi : It is not just about combination of tones. 

Ketika kamu lelah dikelilingi aura negatif, when everything seems go wrong, sing! Ini adalah cara paling mudah, murah dan praktis. Bisa dipraktekkan dimana saja. Menyanyi membuat seseorang merasa lebih lega, mengurangi tekanan dan stress. Tapi, jika sesuai syarat dan ketentuan berlaku versi saya, menyanyi itu ajaib untuk mengurangi masalah saya secara mental.

Baca baik-baik fakta ini: Menyanyilah. Kau akan tahu bahwa masalahmu tidak lebih buruk dari suaramu.

Coba tebak ini siapa yang gambar? Aa.
Menggambar : Add the color to be colorful

Saya akan bermain dengan warna untuk melihat perpektif. Ada banyak hal yang bisa saya lakukan dengan sebuah pensil dan kertas terutama menggambar. Saat hasil gambar saja sukar untuk dimengerti, itu berarti saya sudah naik level mendekati senimal professional yang, kamu juga tahu sendiri kan, lukisannya abstrak. Saat orang tidak mengerti makna lukisan saya, simple, itu karena kita beda frekuensi.

Kalau kamu menyerngitkan dahi dan berpikir saran ini gak masuk akal, silahkan merujuk ulang dari poin awal. Do what you love. Do something you never do. Tertawalah. Berempati lebih. Kamu tidak akan pernah melihat warna lain jika kamu menutup mata (hati) kamu. Berbahagia dan tertawalah sebelum kotak tertawa kamu rusak. (Ingat siapa yang punya kotak tertawa? Imaginatif idenya)

Nah, sudah punya jawaban untuk pertanyaan sederhana “Apa saya menyukai apa yang saya lakukan?” Kalau saya jawabannya iya. Jika kamu tidak menyukai apa yang kamu lakukan, kamu tidak akan pernah bisa memaksimalkan potensi kamu. Again, live your life! The choice is in your hand. Berbahagilah ketika kamu bisa berbagi dengan orang lain, menginvestasikan waktumu untuk berbagi kebahagian, semangat dan optimisme. Kebahagian itu menular. Btw, ada kuis iseng ni, menurutmu apakah semua foto tampak punggung di postingan ini adalah orang yang sama? Iseng saja, menularkan kebahagiaan.

28 Replies to “Nokturnal, Bisosiatif dan Menjalani Hidup Tanpa Batas”

  1. Widia

    Yups.. terkadang untuk menulis memang mwmbutuhkan waktu me time….
    Kadang menjadi nokturnal juga…. apalagi saya yang udah punya dua anak. Dulu rajin nulis, skrng gak sempat. Ada pingin buat buku juga tapi gak sempat sempat… selamat berkreasi anak muda…

    • Tari

      Kalau udah jadi mommy memang bakalan sibuk banget, Kak. Sebenarnya sih bukan karena gak ada waktu. Tapi prioritas yang berubah. Apalagi kalau buah hatinya lucu-lucu. Gemesin.

      Makasih semangatnya, Kak.

  2. Santy

    Lakukan yang kamu suka selagi bisa dan mampu.
    Dulu saya suka nulis (meski ngasal), tapi yah sejak punya anak rasanya 24 jam gak cukup. Haha..

    • Tari

      Bukan promosi tapi berbagi pengalaman lho, Na. Jadi, kalau km sakit udah tahu kan sekarang harus minum apa dimasa penyembuhan 😀

  3. Nissa AMS

    Pas baca judulnya terasa berat alias gak ngerti sama kata Nokturnal dan Bisosiatif… ~mungkin perbendaharaan kataku yang masih kurang ya…
    Tapi pas baca isi artikelnya aku jadi paham dan mengerti..

    • Tari

      Semacam eksperimen, Kak. Mana yang lebih sering dibaca orang, yang judulnya mudah ketebak isinya atau yang judulnya agak buat mikir gitu. Saya juga buka kasus pas buat judulnya. Maksa banget ya 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *