Bersama Asus EeeBook E202, Move On dan Menjadi Produktif Itu Mudah

http://www.uniekkaswarganti.com/2017/05/ASUS-E202-blog-competition-produktif-dan-kreatif-di-mana-saja-dengan-notebook.htmlSeperti jodoh, ada banyak faktor yang mempengaruhi pilihan seseorang dalam menentukan notebook. Sebagian kalangan mempertimbangkan prosesor dan RAM agar bisa menjalankan banyak program atau aplikasi sekaligus. Kalangan lain mempertimbangkan seberapa tahan banting sebuah notebook misalnya? Atau semata-mata karena faktor pengalaman dan kebutuhan? Kita semua mempunyai prioritas yang berbeda. Tapi bagaimana jika semua prioritas kamu tersedia dalam satu notebook? Yuk, kenalan dengan Asus EeeBook E202 dan alasan pengguna berbagai kalangan menggunakannya.

Versi Anak Sekolahan

Periksa deh isi tas anak sekolahan yang bukunya super banyak, kamu bakal tercengang. Berat, guys. Lebih berat dari perasaan rindu yang harus kamu tanggung. Apalagi kalau para siswa ini harus bawa notebook untuk keperluan sekolah dan tugas-tugasnya, bisa bayangkan berapa kilo tambahan berat di tasnya? Duh…semoga apa yang kalian pelajari berguna ya, Dik. Nih kakak saya kabar baik, bobot Asus E202 itu ringan. Hanya 1,25 kg dengan desain yang minimalis bakalan nyaman untuk dibawa. Ukurannya lebih kecil dari kertas A4. Notebook ini tipe fanless design. Komponennya yang mumpuni gak bakal buat suara berisik saat dipakai.

Versi Mahasiswa

Selain untuk keperluan tugas, penggunaan notebook untuk kalangan ini mencakup fungsi lain yang juga menjadi prioritas. Tugas, oke. Download film, harus. Oops. Bukan hanya film sebenarnya, ada banyak tutorial yang menambah wawasan. Tapi, dengan kecepatan berinternet di Indonesia yang masih memakan waktu cukup lama, fungsi baterai yang tahan lama akan menjadi prioritas disini. Akan menyenangkan sekali jika bisa berlama-lama mendownload sesuatu tanpa harus takut baterai habis. Sebab, di daerah gratis Wi-Fi, ketersedian colokan kabel masih terbatas. Senangnya sih sekarang ada ASUS E202. Notebook berukuran A4 ini menggunakan prosesor Intel hemat daya yang menawarkan masa aktif baterai hingga 8 jam, dan memiliki port USB 3.1 Type-C yang sangat menghemat waktu, karena USB dapat dicolok dengan berbagai arah dengan colokan reversible setiap saatnya dan kecepatan transfer USB 3.1 ini lebih cepat 11x dibandingkan USB 2.0 Iya, d-e-l-a-p-a-n j-a-m. Baterai tahan lama dan pengisian cepat. Kurang apa coba? Dibawa indoor asyik. Bahkan ketika kamu kelaparan dan harus melakukan aktifitas lain, notebooknya masih bisa aktif dibawa kerja. Dibawa outdoor juga seru. Pas lagi diluar bakalan aman, gak perlu bawa charger ke mana-mana. Space untuk charger bisa buat untuk keperluan lain.

Tau cara mengubah musibah menjadi berkah? Bayangin pas mati lampu, baterai notebook kamu bisa hidup 8 jam dengan resolusi HD (1366×768) dan dua buah speaker berkualitas suara jernih dan kencang, plus puluhan koleksi film baru. Wah, saatnya nonton di mini bioskop! Tiket gratis! Plus puluhan teman menonton pula: Nyamuk.

Eh, saya berubah pikiran deh. Dulu, saat saat masih pakai notebook yang berisik itu, saya dengan geniusnya menciptakan sebuah teori saat banyak nyamuk mengerumuni saya. Awalnya saya kira mereka fans. Tapi, notebook tipe lama itu pasti sudah mengeluarkan bahasa nyamuk ‘ngiung-ngiung’-nya dan memerintahkan sekoloni nyamuk menyerang saya. Demo, memintah saya mengeluarkan surat keterangan pensiun buatnya.

Maaf, my previous notebook, andai saat itu saya mengerti. Tapi, saya gak ngerti bahasa nyamuk. Kita pernah saling saling mencintai, tapi kita berbicara dengan bahasa yang berbeda. Maaf, setelah kepergianmu, saya jatuh cinta pada yang baru. Sedih tapi saya harus move on. Hanya dengan move on perasaan saya akan seringan notebook Asus E202. #Eh.

Berhubung Asus E202 ini gak berisik dan gak bersuara ngiung-ngiung, kamu mungkin bisa nonton dengan tenang tanpa nyamuk. Soalnya gak ada kapten pasukan yang manggil mereka lagi. Selamat nonton! Jangan lupa kerjakan tugas. Buat kamu yang punya kerja sampingan atau aktif jadi volunter, tetap semangat ya. Kamu punya rekan baru untuk membantu gaya hidup kamu yang harus mobile sekarang.

Versi Senioritas:

Tau sendiri, kan, ini versi pendapat yang mana. Kaum golongan senioritas ini lebih selektif dalam memilih notebook. Mau yang ringan, kapitas hard disk besar, gak berisik, warna eye-cathing dan detail-detailnya. Dengan segala keperluan mereka dengan gadget dan tuntutan pekerjaan yang terus diburu deadline, notebook yang bisa jadi soulmate siap tempur dimanapun itu wajib. Ada para pedagang online yang jam online-nya patut diajungi jempol. Untuk upload produk dengan penjelasaan yang panjang, lebih hemat waktu nulis pakai notebook. Menjawab sekian banyak chat dari customer juga lebih nyaman karena bisa multi-tasking. Jadi, bisa online setiap saat itu perlu. Soalnya, banyak customer sekarang yang gak sabaran. Pantang balas chat lama dikit aja, lah mereka udah pindah ke toko lain.

Buat penulis yang dikejar deadline, bawa notebook ringan dan bisa nulis dimanapun itu berkah banget. Soalnya ide hebat bisa datang dan hilang kapan aja. Dengan adanya prosesor Intel Brasweli di notebook ini, para blogger, pers, dan segala pekerjaan yang berhubungan dengan gadget, pasti ngerti banget rasanya punya notebook yang bisa jadi comrade. Notebook yang tahan lama dengan koneksi Wi-Fi itu wajib. You know what you will choose now!

Eits, dalam versi senioritas, pilihan warna juga masuk kategori alasan memilih notebook. Kabar baiknya, ada varian warna yang tersedia sesuai favorit kamu. Notebook yang hadir dalam versi Windows 10 dan juga DOS ini tersedia dalam pilihan warna Black, Silk White, Dark Blue, Thunder Blue dan Red Rouge. Pilih saja mana suka. Dengan storage hard disk 500GB, kamu juga bisa menyimpan banyak lagu, file foto, film, dan aneka bentuk dokumentasi lainnya.

Versi Saya yang Harus Move On

Apa yang saya cari ketika memilih notebook? Pertama adalah baterai. Saya memilih berdasarkan faktor trauma. Pernah ada kejadian ketika saya ikut kompetisi yang deadline-nya udah last minutes banget, eh laptop bunyi. Reminder kalau baterai low. Harusnya sih tinggal ambil charger dan masalah selesai. Tapi, ajaibnya, kabel chargernya rusak tiba-tiba! Padahal sebelumnya si charger masih berfungsi baik. Rasanya saya lagi terjebak Murphy Law ketika saya berniat meminjam charger teman dan tak satupun tipe charger mereka yang sama dengan saya. Mau beli? Jauhhhh… Waktu pergi pulang untuk beli charger gak terkejar ama deadline. Dan pas saya lagi panik gitu, laptopnya mati. Beneran habis baterai dan saya gak punya back up file untuk kompetisi itu. If tear brings magic…

Pengalaman adalah guru yang baik. Sejak itu saya lebih waspada memperhatikan berapa persen baterai tersisa. Tapi, tetap saja, ada masa ketika langkah antisipasi itu bertentang dengan keadaan. Apalagi PLN di tempat saya masih tipe berpenyakitan. Masih suka minum obat sehari-harinya a.k.a mati lampu. Ngenes deh. Baterai lowbat, mau ngecas gak bisa. Sudah tahu kan kenapa saya memprioritaskan baterai? Tentu saya juga memprioritaskan hal lain selain baterai, tapi dengan semua spesifikasi notebook Asus E202, jatuh cinta pada notebook ini bakalan mudah. Baterai 8 jam, proses charging cepat, ringan, fansless design, windows 10 dengan seperangkat komponen lain yang mumpuni, resolusi layar HD, speaker jernih, speed wi-fi oke, dan harga bersahabat. Harga notebook ini juga buat kantung saya tetap senyum. Hanya tiga jutaan. Asyik, kan? Buat saya yang suka travelling, notebook yang ringan ini buat langkah lebih ringan. Melangkah jauh, bebas dan produktif dimanapun itu seru.

 

 

*Blog Competition ASUS E202 by uniekkaswarganti.com.

5 Replies to “Bersama Asus EeeBook E202, Move On dan Menjadi Produktif Itu Mudah”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *