Safari Kuliner dan Eksperimen Selama Ramadhan

Ramadhan selalu mempunyai tempat yang spesial. Banyak dari kita yang sibuk berbuat kebaikan, menjaga lisan, saling berbagi, meningkatkan ibadah dan hal positif lainnya selama bulan penuh berkah ini, -dan semoga untuk seterusnya. Tapi, selain banyaknya berkah dan keutaman bulan suci ini, Ramadhan juga menyimpan banyak cerita seru lainnya. Kisah nostalgia tentang cerita behind the scene saat kelaparan misalnya? Oops.

Jika kamu belum terbiasa berpuasa, perasaan lapar akan menghantui kamu sepanjang hari. Jadwal makan yang berubah memang berpengaruh pada tubuh. Belum lagi faktor eksternal seperti pas lagi buka social media, ada banyak resep hilir mudik di beranda, makanan sedap, minuman dingin dan bulir-bulir air hasil penguapan di bagian luar wadah minuman itu rasanya, wah, refleks lihat jam.

Godaan? Bukan, tantangan!

Untuk tetap sehat selama Ramadhan, agar ibadah tetap lancar, menjaga pola makan itu penting. Godaan, oops, tantangan pertama itu bernama bangun buat sahur. Jangan menuruti malas. Makan harus penting untuk sumber energi supaya tetap aktif beraktifitas seharian. Makan secukupnya. Fokus pada quality, bukan quantity. Pilih makanan yang mengandung cukup karbohidrat, buah dan sayur dan makanan yang banyak mengandung air. Minum yang cukup supaya gak kena dehidrasi. Hindari juga makanan yang terlalu manis. Kamu udah manis kok. Makanan manis cenderung menyebabkan tubuh menjadi lemas.

Olah raga juga penting untuk memperlancar peredaran darah. Tau kan kalau darah yang membawa oksigen dan asupan  nutrisi ke seluruh tubuh? Jenis olah raganya pilih yang ringan saja. Jalan santai atau bersepeda misalnya? Jangan lari jarak jauh 100 kilometer apalagi lari dari kenyataan bahwa jam buka masih lama. Gak perlu risau kok. Ramadhan juga adalah bulan kuliner. Banyak makanan khas daerah, aneka kue berbagai rasa mulai dari kue traditional yang sudah agaknya susuh kita temukan ataupun kue kreasi resep baru dari para penjualnya.

Bagi saya, Ramadhan kali ini juga bernuansa kuliner. Jujur, saya suka makan tapi memasak adalah hal berbeda. Saat saya memasak untuk makanan sehari-hari, saya lebih suka memilih masakan yang proses masaknya cepat. Tapi, melihat set peralatan masak yang ada, saya jadi tertarik mencobanya.

Percobaan pertama saya adalah membuat Risol. Risol adalah gorengan yang bisa ditemui dimana saja. Makanan ini juga mempunyai banyak variasi isi, mulai dari isian sayur semisal kentang dan wortel, umbi-umbian, mie, jenis daging ataupun kombinasinya. Ada banyak ragam resepnya juga yang membuat saya bingung memilih. Beruntungnya saya mempunyai teman yang hobi memasak, jadi mendapatkan resep terpercaya adalah hal mudah.

“Wee, apa resep buat risol?” Saya hanya perlu bertanya dan mereka selalu berbaik hati menjelaskan.

Mengikuti intruksi, saya mulai mencampur bahan, membuat lapisan kulit (yang ajaibnya berhasil semua), dan memasak isian. Saya berencana untuk memasak isiannya setangah matang. Mengingat, secara logika, risolnya akan digoreng lagi. Tapi, si kawan bilang, “Isiannya harus masak.” Oh, masak juga berarti matang ya di Medan. Horas.

Eksperimen Memasak Risol. Perhatikan beratnya: 102 gram. Isinya sayur.

Siap kulit, siap isian, saatnya memasukan isian ke kulit. Dan…. Isian saya terlalu banyak. Eh, maksudnya jumlah kulit yang saya buat terlalu sedikit untuk kuantitas isiian yang saya masak. Si kawan ni yang gak menjelaskan takaran bahan. Atau saya yang abai memperhatikan? Hasilnya, risol raksasa. Tiap kulit dimasukkan isian sebanyak-banyaknya.

Tau apa bahasa inggris risol? Spring roll. Gulungan musim semi. Tapi, pas saya yang goreng, risol berubah menjadi summer roll yang terkena sunburn. Gulungan musim panas yang terbakar sinar matahari. Gak apa, percobaan. Life is about trying something new and mistake is part of it #MenghiburDiriSendiri

Tau apa tantangan memasak selama bulan Ramadhan? Gak bisa nyicipin rasa masakan karena sedang berpuasa. Mari pertajam naluri. Eh, tapi icip-icip makanan memang seru. Sebenarnya, ngomongin makanan apapun memang seru 🙂 Nah, bahas makanan lagi jadinya. Tips sahur udah, tips buka? Kurma dan minuman manis adalah pilihan utama saya. Untuk makan besar, saya pilih setelah shalat. Jangan makan berlebihan ya. Usahakan berbagi bukaan dengan tetangga. Berbagi bukaan adalah berbagi kebahagian.

Apa kabar risol saya tadi? Ya, dimakan pas buka. Rasanya enak meski agak berminyak sih.

Para ahli kesehatan sebenarnya tidak menyarankan makan gorengan atau makanan pedas untuk berbuka karena bisa menganggu percernaan. Tapi, meskipun saya lulus untuk tantangan bangun sahur, saya masih sering gagal untuk menghindari gorengan pas buka. Soalnya enak sih. Gorengan juga termasuk kategori makanan favorit di negara kita.

Pohon Belimbing Wuluh.

Untuk mensiasatinya, saya suka minum jus belimbing wuluh. Kenapa belimbing wuluh? Gampang jawabnya. Pohon ini tumbuh depan rumah. Jadi bisa buat jus gratis. Eh, tapi ternyata manfaat belimbing wuluh itu banyak.

Belimbing wuluh mengandung vitamin C dan serat yang bermanfaat untuk meningkatkan metabolisme tubuh dan memperlancar pencernaan. Banyak tips diet yang menganjurkan buah ini karena mampu membakar lemak dan menekan nafsu makan. Buah ini juga menurunkan tensi darah, mengobati diabetes dan mengobati batuk, membuat wajah berseri dan kulit yang lebih bersih dan cerah. Nah, bisa tetap makan gorengan, sehat dan cantik itu paket bonus lengkap, kan?

Ini Ramadhan versi saya. Kamu? Masak apa ya untuk sahur dan bukaan nanti? Mari terus melakukan kebaikan.

2 Replies to “Safari Kuliner dan Eksperimen Selama Ramadhan”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *