Tangkap Hantunya, Rayga!

 

Rayga suka nonton film. Malam itu Rayga dan Mama menonton film hantu yang di tanyagkan di Tv. Di film, hantu yang seram terlihat mengejar seorang anak yang sedang berjalan di bawah pohon. Benar-benar film yang menakutkan.

Mama melihat Ragya ketakutan dan menyuruhnya untuk tidur. Rayga pun memilih tidur. Sebelum tidur Rayga selalu mencuci tangan dan kakinya. Kata mama, menjaga kebersihan itu penting.

Ragya pun tertidur. Dalam mimpinya, Rayga sedang berjalan di halaman rumahnya. Tiba-tiba sesosok bayangan menyeramkan berada di belakangnya. Rayga melihat sosok itu, tinggi, tegap, mengenakan pakaian hitam dan wajah hitam penuh luka. Sosok itu mengejar Rayga. Rayga berlari dan ketakutan. Rayga berlari dengan sangat kencang berusaha menyelamatkan diri dari tangkapan sosok tersebut. Bahkan Rayga pun tak percaya dia bisa berlari secepat itu. Tetapi Rayga berhasil tertangkap. Rayga menjerit dan terbangun dari tidurnya. “Arghhhhhh,” teriaknya.

Mama pun terbangun mendengar teriakan Rayga. Rayga melihat Mama dan memeluk Rayga. “Ma, Rayga takut. Tadi Rayga mimpi dikejar hantu. Hantunya seram, Ma. Rayga tidur sama mama ya. Rayga takut tidur sendiri. Nanti Rayga di tangkap hantu. Ya, Ma, ya?” pinta Rayga. Mama pun tersenyum dan mengiyakan. Rayga dan Mama menuju kamar mama untuk tidur kembali.

Paginya, Mama membangunkan Rayga. “Rayga, bangun sayang. Sudah pagi sayang,” Mama membangunkan Rayga lembut. Tetapi Rayga selalu enggan meninggalkan tempat tidurnya. “Ayo dong, Rayga. Bangun gih sayang. Sudah pagi. Jangan lupa mandi. Mama sudah nyiapin sarapan.”

Meski masih malas, Rayga  meninggalkan tempat tidurnya, mandi dan sarapan.

“Tadi malam mimpi apa Rayga?” tanya Mama.

“Tadi malam Rayga mimpi dikejar hantu, Ma,” jawab Rayga.

“Tadi malam lupa gak cuci kaki?” tanya Mama lagi.

“Rayga uda cuci kaki, Ma. Rayga cuci kaki dan tangan sebelum tidur. Rayga juga uda berdoa sebelum tidur.”

“Berari karena tadi malam karena nonton film hantu ya?” selidik Mama. Rayga mengangguk.

“Setelah sarapan, kita belajar menggambar ya,” ajak Mama lembut.

Setelah sarapan, Rayga dan Mama duduk di ruang tamu. “Coba Rayga gambar hantu yang mengejar Rayga di mimpi Rayga,” kata Mama sambil memberikan buku gambar Rayga dan pensil. Rayga mulai menggambar sosok yang mengejarnya.

Mama tersenyum melihat gambar Rayga. “Masih takut sama hantu?” tanya Mama.

“Masih, Ma,” jawab Rayga singkat.

“Rayga suka gambar lucu-lucu, gak? Coba gambar gambar-gambar lucu yang Rayga suka,“ saran Mama.

Rayga pun menggambar gambar lucu yang Rayga suka.

“Wah, gambarnya lucu-lucu ya,” puji Mama, “Sekarang Rayga gambar ya hantu yang ngejar Rayga pakai baju dan aksesoris yang lucu. Buat selucu gambar-gambar ini ya,” senyum Mama ramah.

Rayga kembali menggambar sosok yang mengejarnya dengan pakaian yang lucu. Sosok itupun sekarang terlihat lucu. Tidak menyeramkan lagi.

“Lucu ya,” kata Mama melihat gambar Rayga. Rayga pun tersenyum gembira melihat hantu lucu tersebut. Rayga mengambar sosok hantu lucu tersebut lagi dan lagi dan lagi.

Hari pun berlalu dan malam pun kembali menyapa. “Rayga, kamu nonton apa, sayang?” Tanya Mama melihat Rayga menonton Tivi.

“Rayga nonton film kartun, Ma” jawab Rayga.

“Masih takut gak nonton film hantu?” Tanya Mama menyakinkan.

Rayga pun menggeleng “Hantunya kan lucu, Ma”.

Mama dan Rayga pun menonton film bersama. Melihat Rayga mulai menguap, Mama menyuruh Rayga untuk tidur. “Rayga sudah ngantuk kan? Tidur di kamar saja ya, Ga,” saran Mama. “Jangan lupa  cuci kaki dan tangan. Jangan lupa baca doa sebelum tidur ya”. Rayga mencuci tangan dan kaki nya lalu masuk ke kamarnya.

Mama mengikuti Rayga ke kamarnya. “Lampunya Mama matikan gak?” tanya Mama. “Matikan saja, Ma. Rayga gak takut hantu lagi” sahut Rayga sebelum tertidur. Mama mematikan lampu dan menutup pintu kamar Rayga, membiarkan Rayga terlelap dalam mimpinya.

Lagi, Rayga bermimpi hal yang sama. Sosok itu kembali terlihat mengamati Rayga. Rayga merasa aneh. Raya merasa diperhatikan sesuatu. Mata Rayga dan mata sosok tersebut beradu pandang. Rayga terdiam kehilangan suara. Sosok itu masih tinggi, tinggi, tegap, dengan bayangan hitamnya. Tadi ada sesuatu yang berbeda. Kali ini hidung sosok tersebut berwarna merah dan memakai baju lucu. Rayga tertawa. Sosok itu melihat tubuhnya dan menjerit “Arghhhhh”.

Hantu itu pun berlari. Rayga mengejarnya. “Jangan lari. Kamu lucu. Aku akan menangkapmu dan menunjukkanmu pada Mama,” teriak Rayga. Tapi sosok tersebut menghilang dalam tawa Rayga. Rayga mulai mengigaukan sosok tersebut “Hantu yang lucu”. Rayga tertidur lelap dalam petualangan mengejar hantu lucu.

3 Replies to “Tangkap Hantunya, Rayga!”

  1. Tari

    Pertama kali cerita ini saya tulis tahun 2012 untuk mengikuti perlombaan menulis cerita anak. Kabar baik, dapat juara harapan. Sebagian saya biarkan gaya tulisan seperti aslinya sebagai pengingat, “Oh, dulu saya nulisnya kayak gini toh.” 🙂

  2. kasenkt

    I got this web page from my buddy who told me regarding this web page and now this time I am browsing this site and reading very informative articles.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *